Wednesday, 25 Nov 2020

Sudahkah Anda Menciptakan Keluarga Harmonis? Cek Ciri-cirinya Berikut Ini

Menciptakan sebuah keluarga harmonis tentu tidaklah mudah. Setiap anggota keluarga perlu turut berpartisipasi dan berperan dalam mencapai tujuan ini. Keluarga harmonis yang hidup rukun memiliki ikatan yang kuat di antara anggotanya. Dampak dari terciptanya keluarga harmonis yang hidup rukun ini mampu meningkatkan kualitas hidup setiap anggotanya.

Sudahkah keluarga harmonis tercipta antara Anda dan setiap anggota keluarga? Cek ciri-ciri keluarga harmonis dan rukun di bawah ini. Dengan begitu, Anda dapat mengenali keluarga Anda sendiri lebih dekat dan mengevaluasi apa saja yang perlu diperbaiki.

Ciri-ciri keluarga harmonis dambaan tiap individu

Setiap keluarga memiliki permasalahannya masing-masing, tidak terkecuali keluarga harmonis sekali pun. Perbedaannya, terletak pada cara menyelesaikan dan menghadapi permasalahan itu sendiri.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Marriage and Family Reviews, disebutkan bahwa terdapat kemiripan secara garis besar mengenai ciri keluarga harmonis di seluruh dunia. Ada pun ciri-cirinya, antara lain:

  1. Penyelesaian masalah secara efektif

Ketika menghadapi situasi dan kondisi yang sulit, keluarga harmonis akan cenderung menganggap hal ini sebagai tantangan dan peluang untuk menguatkan ikatan antaranggotanya. Keluarga harmonis akan belajar beradaptasi dan terbuka dengan perubahan yang diakibatkan oleh permasalahan yang dihadapi. Dengan begitu, keluarga harmonis dapat bertahan dan keluar dari kesulitan ini.

  1. Dapat menikmati waktu kebersamaan

Ciri keluarga harmonis yang lainnya, yaitu dapat terlihat saat tiap anggota berkeinginan untuk menyempatkan waktu untuk anggota keluarga lainnya, walau hanya sekadar makan malam bersama maupun bercengkrama. Dari kegiatan ini, momen kekeluargaan dapat senantiasa dihargai.

  1. Saling mengapresiasi

Setiap anggota keluarga tentu dianugerahi rasa sayang untuk keluarganya sendiri. Membuktikan kasih sayang kepada keluarga perlu dilakukan dan dibuktikan dengan tindakan, tidak hanya melalui kata-kata. Salah satu contoh bentuk kasih sayang yang dapat ditunjukkan, yaitu mengapresiasi dan menunjukkan rasa hormat kepada tiap anggota keluarga.

Di samping itu, keluarga harmonis juga akan berbagi rasa kepedulian dan tolong-menolong antaranggota keluarga. Meski hanya berbagi obrolan ringan, tindakan ini dapat memperkuat ikatan kekeluargaan.

  1. Komunikasi positif dan terbuka

Keluarga harmonis tidak sungkan untuk berkomunikasi secara positif, sekadar mengucapkan tolong, terima kasih, dan maaf. Di samping itu, komunikasi yang terbuka, seperti kejujuran saat menyampaikan keluhan maupun perasaan yang disampaikan dengan santun, juga dapat memperkuat jalinan tiap anggota keluarga.

Anggota keluarga yang terbiasa dengan komunikasi positif dan terbuka seperti ini, akan lebih mudah belajar untuk berkompromi dan memaklumi perbedaan pendapat serta pandangan.

  1. Nilai dan etika kerukunan

Keluarga harmonis cenderung memiliki nilai-nilai kebaikan yang sama-sama dijunjung oleh setiap anggota keluarganya. Sebagai contoh, tata krama, keimanan, dan nilai etika yang menjadi cerminan nilai kemanusiaan, yang ditanamkan sejak dini dan terus dipupuk seiring berjalannya waktu.

Anggota keluarga harmonis akan menjadi individu yang dapat memperlakukan manusia dengan baik dan memiliki nilai toleransi di masyarakat.

Memang, menciptakan keluarga harmonis bukanlah proses yang mudah. Butuh usaha keras untuk mewujudkan terciptanya cita-cita ini. Hal sederhana, seperti bertukar cerita, makan bersama, bertutur kata sopan dan menghindari intonasi tinggi saat berbicara, dapat menjadi jalan utama untuk mencapai tujuan menjadi keluarga yang harmonis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *