Tuesday, 7 Apr 2020

Stop Sekarang Juga! Ini Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Menggigit

Percaya atau tidak, menggigit sebenarnya adalah bagian yang normal dari perkembangan balita dan anak. Anak yang berusia muda menggigit karena beberapa alasan, dimulai dari sedang tumbuh gigi hingga sekedar ingin tahu apa reaksi atas tindakannya tersebut. Balita berusia 1-3 tahun dapat melewati fase menggigit, namun pasti akan berhenti dengan sendirinya.

Meski menggigit merupakan hal yang normal, namun bila dibiarkan begitu saja maka akan menjadi kebiasaan buruk bagi anak. Jadi, Anda tetap harus mendisiplinkan mereka. Simak berbagai penjelasan mengapa anak menggigit dan cara mengatasi kebiasaan anak menggigit berikut ini.

Alasan Anak Menggigit

Ada beberapa alasan anak menggigit, namun kebanyakan alasannya bukan karena didorong niat jahat.

  • Anak Sedang Kesakitan

Saat bayi sedang mengalami pertumbuhan gigi, mereka sekedar ingin meredakan rasa sakit atau gatal pada gusi.

  • Anak Sedang Belajar Memahami Dunianya

Sama dengan tangan, bayi dan balita menggunakan mulut sebagai alat untuk menjelajah dunianya. Apapun yang dipegang pasti akan masuk ke mulut dan mereka juga spontan untuk menggigit benda yang menarik.

  • Anak Ingin Tahu Reaksi

Rasa ingin tahu yang besar bisa mendorong balita untuk bereksperimen dengan menggigit saudara atau teman. Mereka tidak sadar rasa sakit yang akan disebabkan.

  • Anak Haus Perhatian

Untuk anak yang sudah mulai melewati masa balita, kebiasaan menggigit hanyalah cara untuk mendapatkan perhatian anda.

  • Anak Merasa Frustasi

Sama seperti memukul, menggigit memberikan pelampiasan emosi atau ekspresi atas frustasi yang belum bisa diungkapkan kata-kata.

Cara Menghentikan Kebiasaan Menggigit

  • Jika anak sedang mengalami pertumbuhan gigi, berikan teether atau handuk dingin supaya tangan Anda atau saudaranya tidak jadi sasaran.
  • Hindari situasi dimana anak terprovokasi untuk menggigit, misalnya rewel karena ngantuk atau lapar.
  • Jika anak mulai memasuki usia balita, ajari cara mengungkapkan dengan kata-kata, misalnya “saya marah” atau “ itu milikku”. Rasa frustasi juga bisa diekspresikan dengan memeluk erat atau meremas bantal.
  • Berikan anak waktu dan perhatian khusus supaya dia tidak merasa terbengkalai, terutama jika sedang ada perubahan drastis seperti kehadiran bayi di rumah, baru berpindah rumah, dan sebagainya.

Orangtua juga boleh melakukan beberapa tindakan pencegahan seperti mengawasi tanda-tanda perselisihan saat anak bersosialisasi. Tindak lanjuti dengan disiplin, yaitu katakan tidak boleh pada anak dan jelaskan alasannya. Kemudian, bawa anak pergi supaya emosinya mereda. Jangan ajari anak untuk menggigit balik saat digigiti, dan jika masalah menggigit tidak kunjung reda, terutama jika anak sudah melewati usia 4-5 tahun, kebiasaan tersebut mungkin terjadi karena masalah emosional yang serius. Konsultasikan masalah Anda kepada dokter supaya bisa mendapatkan cara menghentikan kebiasaan anak menggigit yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *