Saturday, 24 Oct 2020

Penjelasan Dislipidemia dan Faktor Risikonya

Sebuah kondisi di mana kandungan kadar lemak yang terdapat di dalam darah berada di salah satu kondisi, bisa terlalu tinggi dan bisa terlalu rendah. Kondisi ini disebut dengan dislipidemia, kadar ini pada umumnya terdiri dari trigliserida, kolesterol, low-density lipoproteins dan high-density lipoproteins serta yang lainnya.

Penanganan khusus masih diperlukan meskipun kondisi lemak baik bisa dicapai dengan diet lemak yang cukup. Beberapa orang bahkan memerlukan penanganan khusu dengan obat-obatan khusus untuk menangani keadaan ini. Sebagian besar munculnya penyakit ini biasanya lebih dulu memunculkan gejala.

Tentang Dislipidemia

Pada umumnya sebagian besar penderita yang mengalami kondisi ini tidak memunculkan gejala berarti. Kondisi ini bisa diketahui ketika seorang menjalani pemeriksaan darah dan kondisi lainnya secara rutin. Jika kondisi ini tidak segera ditangani dengan segera, maka nantinya bisa menimbulkan komplikasi yang serius.

Terdapat beberapa gejala umum yang dialami oleh para penderitanya, di antaranya seperti penderita merasa pusing dan terasa nyeri pada kepala hingga mencapai ke pundak. Kemudian munculnya rasa kesemutan pada ujung kaki dan tangan, serta gejala lain. Gejala lain ini bissa seperti keringat dingin, nyeri pada kaki, nyeri dada dan mudah lelah.

Kondisi ini terbagi dua jenis secara umum, yakni primer dan sekunder, faktor primer disebabkan karena genetik sementara faktor sekunder karena gaya hidup dan kondisi medis yang berpengaruh pada kadar lemak yang terdapat di dalam darah. Beberapa contoh kondisi ini di antaranya seperti berikut ini.

  • Obesitas, khususnya sentral yang diikuti penumpukan lemak yang terjadi di sekitar perut.
  • Diabetes
  • Hipotiroidisme, yakni keadaan produksi hormon tiroid di bawah normal.
  • Sindrom metabolik, merupakan kumpulan gejala yang berkaitan dengan metabolisme tubuh.
  • Konsumsi lemak berlebih, khususnya lemak jenuh dan trans.
  • Syndrom chusing yang merupakan kondisi kumpulan gejala akibat tingginya hormon kortikropin di dalam darah.
  • Infeksi berat, seperti penderita HIV.
  • Aneurisma aorta abdominal yakni kondisi di mana kelainan pada pembuluh darah aorta yang terdapat di perut.

Faktor Risiko

Terdapat beberapa faktor yang diketahui dapat berpengaruh pada peningkatan kondisi ini dan dialami oleh para penderitanya. Berikut beberapa di antaranya contoh faktor yang mampu meningkatkan risiko kondisi tersebut.

  • Obesitas
  • Kurangnya aktivitas fisik seseorang di setiap harinya.
  • Konsumsi alkohol.
  • Merokok.
  • Diabetes.
  • Diet tinggi lemak.
  • Penderita penyakit ginjal dan liver dalam tingakatan yang sudah kronis.
  • Usia, terutama umur yang sudah termasuk dalam kondisi tua.
  • Perempuan dengan kadar LD dalam tingkat lebih tinggi setelah dalam masa menopause.

Cara Pengobatan

Pengobatan kondisi ini tergantung pada masing-masing keadaan para penderita, dokter sebelumnya akan memperhatikan faktor risiko yang dimiliki. Selain itu kondisi lain yang dianggap mampu memperburuk keadaan si penderita. Tahap awal penderita penyakit ini sangat direkomendasikan untuk melakukan perubahan gaya hidup.

Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menurunkan aktivitas fisik, nantinya aktivitas fisik ini mampu membuat seimbang kadar lemak yang bisa tercapai secara mandiri. Sementara itu, penderita dengan kadar lemak yang tinggi akan diberikan resep lebih oleh dokter. Salah satunya dengan pemberian konsumsi obat.

Penderita dislipidemia yang mengalami kondisi ini secara berkelanjutan bisa menyebabkan adanya komplikasi. Komplikasi paling berbahaya yang ditimbulkan penyakit ini adalah si penderita terserang penyakit jantung hingga terkena stroke. Jika seseorang mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter atau sekadar konsultasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *