Sunday, 5 Jul 2020

Mengenal Tes Gula Darah untuk Pemeriksaan Diabetes

Orang dengan diabetes umumnya butuh tes gula darah yang rutin. Pemeriksaan diabetes ini dapat dilakukan di rumah agar kadar gula darah tetap stabil sembari mengendalikan penyakit diabetes. Sebelum memasuki tes gula darah untuk pemeriksaan diabetes, ada baiknya kamu memahami apa itu tes gula darah dan hubungannya dengan diabetes. Berikut penjelasan singkatnya.

Tes gula darah atau tes glukosa darah merupakan tes yang dilakukan untuk mengukur jumlah gula dalam darah kamu. Gula darah atau glukosa adalah sumber energi utama tubuh. Tubuh kamu mengubah karbohidrat yang kamu makan menjadi glukosa.

Pengujian glukosa atau gula darah ini dilakukan terutama untuk mengecek kondisi diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional. Diabetes adalah suatu kondisi yang menyebabkan gula darah meningkat.

Pada orang sehat, glukosa diolah dalam tubuh oleh hormon yang disebut insulin. Namun jika kamu memiliki diabetes, tubuh kamu tidak cukup menghasilkan insulin atau insulin tidak bekerja dengan baik. Hal ini menyebabkan glukosa darah menumpuk atau meningkat.

Jika tidak diobati, gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan organ. Tes gula darah juga dapat digunakan (meskipun jarang dilakukan) untuk menguji hipoglikemia, yang terjadi ketika kadar glukosa dalam darah terlalu rendah.

Hubungan diabestes dan tes gula darah

Diabetes tipe 1 biasanya didiagnosis pada anak-anak dan remaja yang tubuhnya tidak mampu memproduksi insulin yang cukup. Ini merupakan kondisi kronis dan membutuhkan perawatan seumur hidup. Diabetes tipe 1 juga telah tercatat pada beberapa orang di usia 30-40 tahun.

Sementara itu, diabetes tipe 2 (kencing manis atau penyakit gula) biasanya didiagnosis pada orang dewasa yang kelebihan berat badan dan obesitas. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup, atau ketika insulin yang dihasilkan tidak bekerja dengan baik. Bahaya dari diabetes tipe 2 dapat dikurangi dengan menurunkan berat badan.

Diabetes gestasional terjadi ketika seorang wanita hamil mengidap diabetes. Diabetes tipe ini biasanya hilang setelah wanita melahirkan.

Setelah mendapatkan diagnosis diabetes, orang dengan diabetes mungkin harus menjalani tes gula darah untuk menentukan apakah kondisi mereka terkendali dengan baik. Tingkat glukosa yang tinggi pada penderita diabetes mungkin menandakan bahwa diabetesnya tidak diobati dengan benar.

Meski demikian, ada penyebab lain yang bisa membuat gula darah atau glukosa kamu meningkat, yaitu:

  • pradiabetes (orang sangat berisiko terkena diabetes tipe 2)
  • hipertiroidisme (tiroid yang terlalu aktif)
  • masalah ginjal
  • pankreatitis (radang pankreas)
  • kanker pankreas

Dalam kasus yang jarang terjadi, kadar gula darah yang tinggi dapat menjadi tanda akromegali, gejala sindrom Cushing, gagal ginjal, atau tumor adrenal.

Kadar gula darah rendah atau biasa disebut sebagai hipoglikemia juga bisa terjadi. Kemungkinan ini disebabkan karena beberapa hal berikut:

  • insulin dalam tubuh berlebihan
  • kelaparan
  • hipopituitarisme
  • hipotiroidisme (tiroid yang kurang aktif)
  • penyakit Addison, penyalahgunaan alkohol, penyakit hati, atau insulinoma (dalam kasus yang jarang terjadi)

Persiapan tes gula darah untuk pemeriksaan diabetes

Ada tiga jenis tes gula darah yang berbeda, yaitu tes untuk gula darah puasa, tes gula darah 2 jam dan tes gula darah sewaktu.

1. Tes gula darah puasa

Jika kamu menjalani tes glukosa puasa, kamu tidak boleh makan atau minum selama 8 jam sebelum tes. kamu hanya diperbolehkan minum air putih. kamu bisa menjadwalkan tes glukosa puasa di pagi hari, sehingga kamu tidak perlu berpuasa di siang hari.

2 . Tes gula darah 2 jam

Sedangkan tes gula darah 2 jam adalah tes gula darah postpandrial (PP). Ini adalah kelanjutan dari tes gula darah puasa. Jadi, kalau kamu sudah diambil sampel darahnya setelah puasa 8 jam penuh, kamu akan diminta untuk makan seperti biasa. Kemudian selang 2 jam setelah makan, kadar gula darah kamu akan dicek kembali.

Sebenarnya wajar jika kadar gula darah melonjak setelah makan. Hal ini terjadi baik pada orang sehat maupun diabetesi. Namun, pada orang yang sehat, kadar gula darah akan kembali normal selewat 2 jam ia makan.

3. Tes gula darah sewaktu atau acak

Anda diperbolehkan makan dan minum sebelum tes ini. Stres berat dapat menyebabkan glukosa dalam darah meningkat sementara. Stres ini biasanya karena operasi, trauma, stroke, atau serangan jantung. Obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhi kadar glukosa darah.

Selalu beri tahu dokter kamu tentang obat yang kamu konsumsi-termasuk obat resep, obat tanpa resep, dan suplemen herbal. Dokter mungkin meminta kamu untuk berhenti minum beberapa obat atau memutuskan untuk mengubah dosis sebelum kamu menjalani tes atau pemeriksaan.

Demikian penjelasan mengenai tes gula darah untuk pemeriksaan diabetes. Semoga menambah wawasanmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *