Thursday, 13 Aug 2020

Mengenal Microsleep, Tidur Singkat yang Membahayakan Nyawa Anda

Pernahkah Anda mendengar istilah microsleep? Tidur dengan durasi yang sangat singkat, mungkin hanya terjadi selama beberapa detik, tapi tidak diketahui oleh penderitanya. Di sinilah letak bahayanya, penderita tidak menyadari dirinya tertidur dan kondisi ini dapat terjadi kapan saja.

microsleep

Jadi, dapat dibayangkan apabila microsleep terjadi ketika penderitanya sedang mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin.

Inilah penyebab microsleep

Mengatasi microsleep perlu berangkat dari penyebabnya terlebih dahulu. Maka, bagi Anda yang mengalami kondisi ini, penting sekali untuk memahami penyebabnya. Dengan demikian, penanganannya pun dapat dilakukan dengan tepat, tergantung faktor penyebab itu sendiri.

Seseorang dapat mengalami microsleep karena insomnia. Pada kasus lain, kondisi ini dapat dipicu oleh apnea tidur obstruktif, suatu gangguan tidur di mana napas sempat berhenti beberapa saat selama penderita tertidur.

Selain itu, narkolepsi juga dapat menjadi penyebab terjadinya microsleep. Narkolepsi merupakan suatu gangguan saraf yang menyebabkan penderitanya tidak memiliki kendali terhadap tidur.

Tanda-tanda microsleep

Sebetulnya tidak mudah sama sekali untuk mengenali tanda microsleep. Penderitanya tertidur dalam waktu singkat dan saat terbangun merasa bingung dengan apa yang baru saja terjadi.

Meski demikian, para ahli telah berupaya mengidentifikasi beberapa tanda yang kerap muncul dalam kasus microsleep. Biasanya, tatapan penderita menjadi kosong, penderita tidak merespons, penderita menjatuhkan kepala begitu saja, penderita dapat tiba-tiba tersentak, mata penderita berkedip dengan lambat, dan biasanya penderita tidak mengingat kejadian satu atau dua menit yang lalu.

Hal-hal tersebut berupa tanda yang dapat diidentifikasi pihak lain. Bagi penderita sendiri, tubuhnya pun biasanya memberikan sinyal saat microsleep akan terjadi. Kesulitan membuka mata, sering menguap, tubuh tersentak tiba-tiba, hingga mengedipkan mata berkali-kali, merupakan beberapa sinyal yang dikirim tubuh sebelum microsleep terjadi.

Upaya mencegah microsleep

Dalam banyak kasus, microsleep terjadi karena kualitas istirahat yang kurang baik. Rata-rata penderita memiliki jam tidur yang tidak mencukupi. Sehingga, langkah pertama untuk mencegah terjadinya microsleep adalah dengan memperbaiki pola tidur.

Menjaga kualitas tidur penting sekali, termasuk memastikan tubuh memperoleh waktu tidur yang ideal. Bagi orang dewasa, setidaknya tubuh beristirahat atau tidur selama 7 jam setiap malam.

Bukan hanya jam atau waktu tidur  saja yang perlu diperbaiki. Kualitas tidur pun termasuk bagian yang perlu diperbaiki. Distraksi dari lingkungan sekitar biasanya mengganggu kualitas tidur. Sehingga, mematikan televisi, mematikan musik, atau mematikan telepon genggam, dapat sangat membantu Anda mencapai kualitas tidur yang lebih baik.

Beberapa orang bahkan kesulitan mencapai tidur yang berkualitas dalam keadaan lampu yang terang. Maka, mematikan lampu dapat menjadi salah satu upaya perbaikan kualitas tidur yang dapat Anda lakukan.

Sebetulnya, jika microsleep hanya terjadi saat Anda sedang santai di depan televisi, kondisi ini sama sekali bukan masalah dan tidak berbahaya. Sayangnya, gangguan ini dapat muncul kapan saja dan di mana saja.

Gangguan ini menjadi sangat berisiko jika muncul saat Anda berkendara atau mengoperasikan mesin. Pasalnya, bukan hanya nyawa Anda yang terancam, melainkan nyawa orang di sekitar Anda juga turut menjadi taruhan.

Itulah sebabnya, gangguan medis ini perlu disikapi dengan serius. Mulailah mencari tahu penyebab dari microsleep yang Anda alami dan berikan penanganan yang tepat. Bisa dengan memperbaiki kualitas dan pola tidur, hingga memeriksakan diri ke tenaga profesional, bila memang dibutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *