Tuesday, 7 Apr 2020

Mengapa Dada Terasa Panas Bisa Terjadi?

Dada terasa panas dapat disebabkan oleh bermacam-macam kondisi mulai dari yang ringan hingga yang mengancam jiwa. Selain kondisi ini dapat muncul secara mendadak, dada terasa panas juga mengganggu aktivitas sehari-hari, dan membebani pikiran karena terus menduga apa penyebab munculnya kondisi ini.

AA SAJA PENYEBAB DADA TERASA PANAS?

Memang dada panas sering dikaitkan dengan dengan penyakit jantung yang membahayakan. Namun, ternyata banyak sekali penyebab yang menimbulkan dada terasa panas seperti yang diuraikan di bawah ini:

  • Refluks Gastroesophageal (GERD). GERD muncul dengan gejala utama heartburn atau sensasi terbakar yang menimbulkan dada terasa panas. GERD timbul akibat asam dari lambung naik menuju kerongkongan yang mudah ditemukan pada wanita hamil, penderita hernia hiatal, perokok, dan orang yang mengkonsumsi makanan asam atau pedas.
  • Esofagitis. Esofagitis adalah peradangan pada kerongkongan yang dapat disebabkan oleh GERD, alergi makanan, infeksi, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Esofagitis dapat menyebabkan luka dan menimbulkan penyempitan kerongkonan sehingga dapat muncul gejala rasa panas di dada.
  • Tukak lambung. Tukak lambung merupakan luka pada lambung yang umumnya disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori atau terlalu sering menggunakan obat penghilang rasa sakit. Luka pada lambung dapat menyebabkan timbulnya rasa panas di perut atau tengah dada.
  • Cedera otot atau tulang. Cedera pada otot dan tulang di daerah dadaternyata dapat menyebabkan dada terasa panas di posisi tertentu dan disertai adanya pembengkakan di bagian dada.
  • Serangan panic. Serangan panik dapatmenyebabkan jantung berdetak kencang dan menimbulkan rasa sakit atau rasa panas di dada.
  • Gangguan selama menyusui, Salah satu gangguan menyusui, contohnya mastitisdapat menimbulkan sensasi terbakar dan rasa sakit di kulit dan jaringan payudara.
  • Radang selaput dada (pleuritis). Pleuritis adalah peradangan pada jaringan yang melapisi dinding dada dan sekitar paru-paru yang disebabkan oleh infeksi, obat-obatan tertentu, dan gangguan autoimun. Pleuritis ditandai dengan gejala seperti dada terasa panas, nyeri yang terasa sangat tajam, batuk, sesak napas, demam, dan rasa sakit di bahu atau punggung.
  • Angina dan serangan jantung. Angina dan serangan jantung timbul akibat kurangnya atau berhentinya aliran darah ke jantung. Angina dan serangan jantung dapat menimbulkan gejala seperti dada terasa panas, nyeri di dada, dada seperti ditekan atau diremas, kelelahan, sesak napas, mual, berkeringat, dan pusing.
  • Pneumonia. Pneumonia atau infeksi pada paru-paru dapat menimbulkan gejala seperti dada terasa panas, nyeri, batuk, demam, sesak napas, mual, muntah, dan kelelahan.

Datang ke fasilitas kesehatan terdekat merupakan tindakan bijak bila Anda mengalami gejala dada terasa panas. Selain untuk mencari pertolongan pertama, tindakan tersebut juga bertujuan untuk memastikan kondisi yang diderita bukan kondisi yang membahayakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *