Thursday, 13 Aug 2020

Lazy Eye

Ada berbagai masalah mata yang sebaiknya orang tua perhatikan terhadap anak. Salah satunya adalah lazy eye atau mata malas. Orang tua perlu awasi anak jika anak mengalami penyakit seperti ini, karena penyakit tersebut adalah masalah yang serius yang dapat mengakibatkan kerusakan mata secara permanen.

Apa Itu Lazy Eye?

Lazy eye, atau istilah medisnya sebagai ambliopia, adalah penyakit yang terjadi pada mata dimana penyakit tersebut berpotensi mengurangi kualitas penglihatan pada salah satu mata yang ditandai dengan kerusakan bola mata dan sering bergerak ke berbagai arah secara tidak sinkron dengan mata sebelahnya.

Lazy eye adalah salah satu masalah medis yang sering terjadi pada anak dimana penyakit tersebut bisa terjadi ketika mereka berusia di antara 0 hingga 7 tahun. Jika anak Anda mengalami masalah seperti ini, Anda perlu segera minta bantuan dokter agar dokter dapat mengobati penyakit tersebut.

Apa Saja Penyebab Lazy Eye?

Penyebab lazy eye dibedakan menjadi tiga tipe, antara lain:

  • Ambliopia strabismik

Ambliopia strabismik adalah tipe lazy eye yang paling banyak terjadi pada anak, yang disebabkan oleh otak mengabaikan input visual yang dikirimkan oleh mata yang bermasalah sehingga menimbulkan pergerakan mata yang tidak selaras.

  • Ambliopia reflaktif

Ambliopia reflaktif adalah tipe lazy eye yang terjadi disebabkan oleh salah satu mata yang mengalami rabun jauh atau dekat secara signifikan. Perbedaan kualitas mata yang jauh, jika terus terjadi, maka akan membuat otak lebih memilih untuk melakukan proses input visual yang diperoleh dari mata normal.

  • Ambliopia deprivasi

Ambliopia deprivasi adalah tipe lazy eye yang disebabkan oleh gangguan penglihatan pada mata bayi seperti katarak kongenital. Ambliopia deprivasi dapat disembuhkan secara langsung jika katarak yang terjadi pada salah satu mata bayi dibersihkan.

Apa Saja Gejala Lazy Eye?

Jika anak mengalami lazy eye, maka gejala yang kemungkinan akan dialami adalah sebagai berikut:

  • Pergerakan kedua mata yang tidak sinkron.
  • Penglihatan ganda.
  • Penglihatan kabur.
  • Salah satu mata yang bergerak ke berbagai arah secara spontan.
  • Persepsi penglihatan yang buruk.

Bagaimana Cara Mengatasi Lazy Eye?

Jika anak Anda mengalami masalah seperti ini, Anda perlu membawanya ke dokter agar dapat didiagnosis secepat mungkin. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit lazy eye, namun tergantung pada kualitas penglihatan anak. Cara-cara yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Kacamata khusus

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit lazy eye adalah menggunakan kacamata khusus. Anak dapat menggunakan kacamata khusus untuk menurunkan kualitas penglihatan mata normal agar mata malas dapat bekerja secara optimal.

  • Penutup mata

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah lazy eye adalah dengan menggunakan penutup mata. Anak perlu menggunakan penutup mata antara 2 sampai 6 jam per hari sampai mata malas yang dialami anak berkurang.

  • Obat tetes

Obat tetes dapat digunakan untuk mengatasi masalah lazy eye. Obat mata yang mengandung atropine dapat diteteskan pada mata yang normal untuk membuat mata tersebut lebih tidak jelas (blur). Di sisi lain, obat tetes tersebut terdapat efek samping yang dapat membuat mata lebih sensitif terhadap cahaya.

  • Operasi

Operasi adalah pilihan lain yang perlu dilakukan jika mata anak mengalami katarak atau kelopak matanya turun akibat lazy eye. Operasi juga menjadi pilihan terakhir untuk mengatasi penyakit tersebut jika kacamata khusus, penutup mata, atau obat tetes tidak dapat mengatasi masalah tersebut dengan baik.

Itulah salah satu penyakit yang perlu orang tua waspadai terhadap anak, lazy eye. Pengobatan lazy eye mungkin membutuhkan waktu yang lama, dari beberapa minggu hingga 6 bulan, namun bisa lebih lama lagi, sampai 2 tahun. Selain itu, lazy eye bisa terjadi lagi pada anak, namun peluangnya sebesar 25% sehingga anak perlu melakukan perawatan yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *