Wednesday, 25 Nov 2020

Kondisi Kelenjar Pituitari: Kunci Terbebas dari Sindrom Sheehan

Kondisi Kelenjar Pituitari: Kunci Terbebas dari Sindrom Sheehan

Tanpa mengecilkan yang lain, salah satu tugas terberat seorang wanita adalah melahirkan. Ada banyak sekali risiko yang dihadapi oleh ibu melahirkan. Satu dari sekian banyak itu adalah sindrom sheehan. Kondisi ini tidak cukup populer, meski dampak atau gejalanya amat serius.

Sindrom sheehan terjadi ketika fungsi kelenjar pituitari terganggu dan tidak dapat menghasilkan hormon. Kondisi ini terjadi pada wanita yang mengalami pendarahan berat selama proses melahirkan. Ketika seorang wanita kehilangan darah dengan cukup masif saat melahirkan, mereka akan kekurangan kadar oksigen pada darah. Kurangnya kadar oksigen dalam darah adalah kondisi yang ideal untuk merusak kelenjar pituitari.

Kelenjar pituitari adalah organ kecil yang berada di bawah otak. Walau ukurannya kecil, fungsi kelenjar pituitari sangatlah besar. Kelenjar ini bertugas menghasilkan hormon yang membantu mengendalikan banyak proses dan fungsi organ pada tubuh seseorang.

Kelenjar pituitari dikenal sebagai ‘masternya kelenjar’ karena menghasilkan hormon yang mengatur fungsi kelenjar atau sistem hormon lain, seperti kelenjar tiroid, ovarium, testis, dan kelenjar adrenal. Kelenjar ini berperan penting dalam mengatur proses pertumbuhan, datangnya pubertas, metabolisme, serta berbagai fungsi sistem organ di dalam tubuh Anda.

Oleh karena itu, mereka yang menderita sindrom sheehan akan mengalami berbagai kondisi seperti menstruasi yang tidak teratur, payudara mengecil, kesulitan atau tidak mampu menyusui, dan lain sebagainya. 

Amat penting untuk mengetahui lebih banyak informasi seputar kelenjar pituitari untuk dapat melakukan upaya-upaya pencegahan agar tubuh kita tetap dalam kondisi terbaik dan terbebas dari risiko masalah kesehatan, seperti sindrom sheehan ini. 

  • Bagian-Bagian Kelenjar Pituitari dan Peranannya

Kelenjar pituitari memiliki ukuran yang cukup kecil, yaitu hanya seukuran kacang polong. Kelenjar ini ditemukan di bagian dasar otak dan posisinya sangat dekat dengan hipotalamus. Ada dua bagian dari kelenjar pituitari yang mana masing-masing memiliki perannya tersendiri:

Lobus anterior. Merupakan bagian depan dari kelenjar pituitari. Adapun hormon yang dihasilkan oleh lobus anterior berfungsi untuk mengatur pertumbuhan, pematangan organ dan fungsi sistem reproduksi, fungsi tiroid, serta pigmentasi kulit.

Lobus posterior. Bagian belakang kelenjar pituitari yang berfungsi menghasilkan hormon antidiuretik, yakni hormon yang bertugas untuk membuat ginjal menyerap air lebih banyak dan menyimpannya di aliran darah untuk mencegah dehidrasi. Hormon oksitosin juga diproduksi di lobus posterior.

  • Hormon-Hormon yang Diproduksi oleh Kelenjar Pituitari

Ketika sindrom sheehan terjadi, artinya kelenjar pituitari seseorang telah mengalami kerusakan dan tak dapat memproduksi hormon-hormon seperti:

Hormon pertumbuhan. Growth hormone (GH) atau hormon pertumbuhan berperan dalam meningkatkan ukuran otot dan tulang.

Hormon perangsang tiroid atau TSH (thyroid stimulating hormone). Hormon ini merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon yang memengaruhi fungsi metabolisme tubuh.

Hormon perangsang folikel atau FSH (follicle stimulating hormone). Hormon ini berfungsi mengontrol fungsi seksual dan kesuburan pada pria maupun wanita.

Hormon luteinizing. Hormon ini merangsang ovarium untuk menghasilkan estrogen pada wanita dan merangsang produksi sperma pada pria.

Hormon prolaktin. Hormon prolaktin merangsang jaringan payudara pada ibu menyusui untuk menghasilkan air susu ibu.

Hormon adrenokortikotropik atau ACTH (adrenocorticotropic hormone). Hormon ini merangsang kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon kortisol dan aldosteron yang membantu menjaga tekanan darah dan kadar gula darah tetap stabil.

Hormon antidiuretik atau ADH (antidiuretic hormone). Hormon ini merangsang ginjal untuk menyerap kembali cairan dari darah dan mengurangi produksi urine.

Hormon oksitosin. Hormon oksitosin berfungsi membantu kontraksi rahim saat melahirkan juga merangsang produksi dan pelepasan air susu ibu.

Itulah beberapa hal yang dapat diketahui seputar kelenjar pituitari. Karena fungsi dan perannya cukup penting, menjadi wajar jika upaya menjaga kondisi kelenjar ini perlu digalakkan agar seseorang bisa senantiasa hidup sehat dan terbebas dari beragam masalah kesehatan, seperti sindrom sheehan yang amat menakutkan bagi para wanita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *