Sunday, 5 Jul 2020

Jenis-Jenis Transplantasi Organ yang Perlu Diketahui

Operasi transplantasi organ bisa dilakukan untuk mengganti ginjal, hati, jantung, dan organ tubuh lainnya

Transplantasi organ merupakan pengangkatan organ yang sehat dari satu orang dan dipindahkan ke orang lain yang sedang dalam kondisi medis berbahaya karena organ yang akan digantikan mengalami kerusakan. Transplantasi dilakukan untuk menyelamatkan nyawa dari pasien. Sebelum melakukannya, dokter harus melakukan pemeriksaan secara detail, tidak sembarangan, dan mungkin akan membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan pendonor organ yang cocok dengan kondisi genetika pasien penerima organ. 

Banyak kasus transplantasi organ yang berhasil baik pasien dan pendonor sehat, namun transplantasi organ memiliki banyak resiko seperti kegagalan operasi, penolakan organ di tubuh baru, dan kondisi medis lainnya. Proses transplantasi organ setiap pasien berbeda-beda tergantung kondisi tubuh, perawatan penyakit, dan organ tersebut, namun yang paling penting adalah kecocokan organ yang konsisten.

Berikut ini jenis-jenis transplantasi organ yang perlu diketahui:

1. Transplantasi Jantung

Transplantasi jantung dibutuhkan untuk pasien penyakit jantung kronis ketika berbagai perawatan dan pengobatan jantung lainnya tidak bekerja dengan baik, dan bahkan memiliki resiko gagal jantung.

Pembedahan dilakukan dengan mentransplantasi jantung dengan jantung yang lebih sehat. Berikut ini beberapa indikator kondisi penyakit jantung yang mungkin segera membutuhkan transplantasi organ, yaitu:

  • Kardiomiopati gangguan kesehatan pada otot jantung atau lemah jantung
  • Coronary Artery Disease (CAD) yaitu kerusakan pada pembuluh darah utama di jantung.
  • Penyakit katup jantung
  • Congenital heart defect atau penyakit jantung bawaan sejak lahir
  • Takikardia ventricular (Ventricular tachycardia) kondisi ketika bilik bawah jantung berdenyut lebih cepat dari kondisi normal
  • Amyloidosis yaitu penumpukan protein amiloid di jantung, ginjal, hati, dan organ lainnya.
  • Gagal jantung dari transplantasi jantung sebelumnya

2. Transplantasi Paru-Paru

Transplantasi paru-paru atau pencangkokan paru-paru adalah pembedahan besar yang dilakukan jika pasien memiliki masalah medis serius di paru-parunya dan berbagai perawatan serta pengobatan tidak berhasil.

Pencangkokan paru-paru tergantung pada seberapa serius kondisi pasien, bisa hanya cangok satu paru-paru atau keduanya. Paru-paru dapat ditransplantasi bersama dengan donor jantung juga.

Paru-paru adalah organ yang paling penting di tubuh untuk mentransfer oksigen. Penyakit atau komplikasi di paru-paru akan sangat membahayakan. Beberapa kondisi yang menjadi penyebab pasien harus melakukan cangkok paru-paru diantaranya:

  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Fibrosis paru.
  • Hipertensi paru-paru.
  • Cystic fibrosis.

Penyakit paru-paru dapat dirawat dengan obat-obatan atau alat bantu pernapasan, namun jika semua perawatan tidak membantu banyak dan mengancam jiwa, dokter akan menganjurkan pencangkokan paru-paru dengan prosedur khusus.

3. Transplantasi Liver

Transplantasi hati adalah tindakan pembedahan untuk mengeluarkan liver yang mengalami komplikasi atau tidak bekerja sesuai fungsinya dan mentransplantasikan dengan liver yang sehat.

Liver adalah organ di dalam tubuh yang memegang fungsi penting, diantaranya:

  • Mengeluarkan bakteri dan racun dari darah.
  • Mencegah infeksi dan merespon sistem kekebalan.
  • Memproses makanan, nutrisi, dan hormon.

4. Transplantasi Kornea

Transplantasi kornea adalah operasi untuk mengangkat bagian dari kornea Anda lalu mentranplantasinya dengan jaringan kornea dari pendonor. Transplantasi kornea dapat mengembalikan penglihatan.

Pasien dianjurkan untuk melakukan transplantasi kornea dengan komplikasi tertentu, diantaranya:

  • Keratokonus yaitu kondisi kornea mata menonjol.
  • Fuchs’ dystrophy.
  • Penipisan kornea.
  • Cornea Scarring atau masalah jaringan parut pada kornea.
  • Ulkus kornea.

Transplantasi kornea juga disarankan untuk mengatasi gangguan penglihatan lainnya atau kondisi yang mengancam sampai risiko kebutaan.

5. Transplantasi Ginjal

Transplantasi ginjal adalah tindakan operasi untuk mengganti ginjal yang rusak dengan ginjal sehat dari pendonor. Ginjal berfungsi untuk menyaring racun, mineral, dan cairan lainnya dari darah dengan hasil produksinya berupa urin.

Transplantasi ginjal dibutuhkan saat fungsi ginjal pasien tidak berfungsi sampai 90% dan akan membahayakan hingga risiko gagal ginjal. Transplantasi ginjal diindikasikan pada kondisi berikut:

  • Penyakit ginjal yang sudah kronis.
  • Diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol dengan pengobatan (umumnya transplantasi yang dilakukan adalah transplantasi kombinasi ginjal dan pankreas).
  • Tumor ginjal.

Cangkok ginjal diperlukan untuk pasien penyakit ginjal stadium akhir untuk bertahan hidup.

6. Transplantasi Kulit

Transplantasi kulit atau disebut juga dengan skin graft adalah tindakan medis untuk melepas bagian kulit salah satu area tubuh untuk ditransplantasi ke area  tubuh lain dengan kondisi medis tertentu, atau bisa juga diambil dari kulit pendonor.

Transplantasi kulit dibutuhkan untuk pasien dengan beberapa kondisi kulit kronis, seperti:

  • Luka bakar.
  • Luka akibat cedera kronis.
  • Cacat.
  • Kondisi kulit bawaan yang tidak normal.
  • Vitiligo.

Demikian jenis-jenis transplantasi organ yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *