Saturday, 24 Oct 2020

Jangan Remehkan Nyeri Tumit, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Nyeri tumit merupakan masalah pada kaki yang umum dijumpai. Rasa sakit tersebut biasanya dapat dirasaskan di tumit atau di bagian belakang tumit, di mena tendon Achilles terhubung dengan tulang tumit. Dalam kasus-kasus tertentu, rasa sakit juga dapat dirasakan di sisi tumit. Dalam kebanyakan kasus, nyeri tumit disebabkan oleh cidera. Saat terjadi pertama kali, rasa sakit biasanya ringan. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi ini dapat berubah menjadi semakin parah. Nyeri tumit juga biasanya akan hilang dengan sendirinya tanpa perlu adanya pengobatan atau perawatan medis. Akan tetapi, dalam kasus-kasus tertentu terkadang dapat terus muncul dan menjadi sebuah kondisi yang kronis. Penyebab nyeri tumit adalah infeksi, gangguan autoimun, arthritis, trauma, dan masalah saraf.

Penyebab nyeri tumit

Nyeri tumit biasanya tidak disebabkan oleh satu sebab cidera saja, misalnya kesleo atau terjatuh, namun karena stres dan benturan repetitif pada tumit. Penyebab yang umum mendasari nyeri tumit di antaranya adalah:

  • Plantar fasciitis. Kondisi ini merupakan sebuah peradangan yang terjadi pada plantar fascia, sebuah ligamentum berbentuk tali busur yang kuat dan membentang dari tulang tumit (calcaneum) ke ujung kaki. Rasa nyeri tumit jenis ini sering terjadi karena bentuk kaki itu sendiri, contohnya apabila lengkungan kaki terlalu tinggi atau rendah.

Saat plantar fascia meregang terlalu jatuh, serat jaringannya yang lembut menjadi meradang. Hal ini biasa terjadi pada daerah yang menempel tulang tumit, namun terkadang dapat terjadi pada bagian tengah kaki. Rasa sakit akan muncul di bawah kaki, terutama setelah beristirahat dalam waktu yang lama.

  • Bursitis tumit. Peradangan dapat terjadi pada bagian belakang tumit, tepatnya di bursae, sebuah kantung berserat yang berisi cairan. Hal ini dapat terjadi saat tumit menghentak terlalu keras atau adanya tekanan dari alas kaki yang digunakan. Sakit dapat dirasakan di dalam atau di belakang tumit. Terkadang, tendon Achilles juga dapat membengkak. Seiring berjalannya waktu, rasa sakit juga dapat menjadi semakin parah.
  • Heel bumps atau benjolan tumit. Kondisi ini umum dijumpai pada remaja. Tulang tumit tidak sepenuhnya tumbuh dan terlalu banyak mendapatkan gesekan, yang menyebabkan terlalu banyak pembentukan tulang. Hal ini sering disebabkan karena memiliki kaki yang rata dan terlalu sering memakai sepatu ber-hak tinggi dengan kondisi tulang yang belum sepenuhnya tumbuh.
  • Sindrom terowongan tarsal. Kondisi ini terjadi ketika saraf besar di belakang kaki terjepit. Kondisi ini merupakan jenis neuropati kompresi yang dapat terjadi di pergelangan kaki ataupun kaki.
  • Peradangan pada alas kaki kronis. Kondisi ini dapat terjadi akibat alas kaki yang terlalu tipisi (biasanya karena langkah kaki yang terlalu keras).
  • Penyakit Sever. Penyakit ini merupakan penyebab nyeri tumit yang paling sering terjadi pada atlit anak dan remaja. Penyakit ini disebabkan karena trauma mikro yang repetitif pada piring pertumbuhan di tulang tumit. Penyakit ini umumnya menyerang anak usia 7 hingga 15 tahun.

Terkadang tendon Achiles tidak berfungsi dengan benar karena sobekan mikroskopik kecil pada tendon, yang tidak bisa sembuh dengan baik. Akibat tendon Achilles menerima tegangang berlebih dan tidak mampu menahannya, sobekan mikroskopik tersebut semakin meluas. Tendon pun menjadi lebih tebal, lebih lemah, dan berubah menjadi menyakitkan. Penyebab nyeri tumit lain adalah masa jaringan lunak, lebam tulang, masalah dengan sirkulasi, postur yang tidak baik saat berjalan atau berlari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *