Friday, 25 Sep 2020

Ini Perbedaan Antara Kutek Gel dan Kutek Biasa

Kuku merupakan salah satu bagian tubuh yang mendapat perhatian lebih dari para perempuan, hal inilah yang membuat penggunaan pewarna seperti kutek kuku marak digunakan. Tujuannya tentu untuk memperindah dan mempercantik penampilan, jenis-jenis kutek kuku pun beragam. Mulai dari kutek biasa hingga kutek gel dengan manfaat dan keunggulan masing-masing.

Kutek biasanya digunakan pada kuku tangan dan kaki, formulasi kutek hingga masa kini juga sudah mengalami berbagai perubahan. Sementara itu, dengan tujuan untuk memaksimalkan efek dekoratif dan mengurangi efek terhadap kuku, penggunaanya pun semakin marak. Di sisi lain, banyak pertanyaan muncul apakah efek kesehatan kutek setimpal dengan kecantikan yang didapat.

Jenis-jenis Kutek Kuku

Sama seperti memilih produk kosmetik lain, jenis kutek yang baik dan dianjurkan dipilih adalah yang sudah memiliki nomor registrasi Badan Pengawasa Obat dan Makanan (BPOM). Sebelum membeli, terlebih dahulu bisa melakukan cek nomor registrasi melalui situs resmi BPOM. Berikut ini beberapa jenis kutek yang dianggap aman digunakan.

  • Kutek Tradisional

Jenis kutek ini merupakan yang paling banyak di pasaran dan sudah dijual sejak dahulu, merupakan perwarna kuku yang terbuat dari bahan polimer dan dicampur dengan pelarut. Penggunaan kutek ini cukup mudah, hanya memulas kuku dengan kuas khusus yang kemudian dikeringkan dengan cara diangin-anginkan.

Ketika dikeringkan, pelarut akan menguap sementara lapisan polimer akan mengeras, jenis kutek ini biasanya tidak tahan lama. Meski demikian, jika menginginkan kutek tradisional yang memiliki ketahanan lebih baik bisa memilih jenis hybrid.

  • Kutek Nontosik

Sama seperti nama yang dimiliki, jenis kutek ini tidak mengandung racun atau bahan-bahan kimia yang berbahaya dan biasanya terdapat pada pewarna kuku. Bahan kimia yang dimaksud adalah formaldehida, formaldehida resin, toulene, dibutil phtalate dan champor. Formaldehida merupakan zat kimia yang bisa menyebabkan kanker.

Sementara champor, mampu membuat penggunanya keracunan jika kutek masuk lewat mulut. Hingga bahan lain yang berpotensi menimbulkan dermatis kontak atau alergi terutama pada kulit yang sensitif. Kutek yang tidak memasukkan bahan kimia dalam campuran disebut dengan kutek ‘five-free’.

  • Kutek Halal

Pada umumnya, kutek jenis tradisional memiliki lapisan yang tidak tembus air sehingga tidak diperbolehkan digunakan oleh perempuan muslim kecuali dalam masa haid. Sebab, kondisi tersebut membuat air wudhu tidak dapat masuk sampai laposan teratas kuku yang kemudian membuat shola yang dilaksanakan si perempuan tidak sah.

Kondisi ini membuat sebagian produsen kosmetik membuat kutek halal dan dikenal dengan sebutan breathable nail polish. Kutek ini basanya berbahan dasar air sehingga sangat memungkinkan udara dan air menembus lapisan kutek sehingga air wudhu dipastikan dapat mencapai lapisan atau permukaan kuku.

Beda Kutek Gel dan Biasa

Selain jenis-jenis kutek di atas, para perempuan juga harus dan wajib mengetahui perbedaan antara kutek gel dan biasa. Pada umumnya, kedua jenis kutek ini memiliki kemiripan dalam segi hasil, tetapi kualitas keduanya berbeda. Dibandingkan dengan kutek biasa, kutek gel memiliki ketahanan yang lebih lama, yakni hingga satu bulan.

Selain itu dalam teknik penghapusan, kutek gel memerlukan penanganan yang berbeda, salah satunya adalah dengan cairan khusus. Untuk menghapus hasil dari kutek gel, tak hanya bisa menggunakan nail remover, melainkan memerlukan cairan khusus yang hanya tersedia di tempat nail salon tertentu, sementara harga kutek gel lebih mahal ketimbang kutek biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *