Monday, 25 May 2020

Hal yang Perlu Anda Ketahui Terkait Amputasi

amputasi

Amputasi memang kata yang terdengar menyeramkan. Walaupun, sebetulnya amputasi yang dilakukan sesuai dengan indikasi medis, justru baik bagi kesehatan bahkan dapat menyelamatkan nyawa.

Tindakan amputasi merupakan prosedur pembedahan untuk membuang seluruh atau beberapa bagian tubuh, seperti lengan, kaki, jari tangan, atau jari kaki. Tindakan ini dapat dikatakan sebagai pilihan terakhir, hanya akan dilakukan bila benar-benar dibutuhkan demi menyelamatkan pasien yang bersangkutan.

Alasan dilakukannya amputasi

Sangat tergantung pada indikasinya, amputasi dapat dilakukan sebagai prosedur yang terencana, maupun prosedur darurat. Terdapat beberapa alasan mengapa prosedur amputasi perlu dilakukan, antara lain:

– Adanya gangguan sirkulasi darah yang menyebabkan kematian jaringan (gangren), contohnya pada penyakit diabetes atau arteri perifer.

– Mengalami infeksi berat yang tidak dapat diatasi dengan pemberian obat-obatan.

– Mengalami cedera berat, seperti kecelakaan lalu lintas atau luka bakar.

– Adanya kanker di daerah tulang atau otot anggota gerak tubuh.

Frostbite atau radang dingin, di mana biasanya mematikan jaringan.

– Cacat lahir yang menyebabkan gangguan bentuk serta fungsi gerak tubuh.

Akibat masalah-masalah di atas, fungsi dan bentuk organ, sirkulasi darah, serta susunan otot, saraf, dan tulang, dapat terganggu. Oleh karenanya, bila anggota gerak tersebut sudah tidak dapat diselamatkan, perlu dilakukan amputasi.

Persiapan yang perlu dilakukan

Seperti disebutkan sebelumnya, prosedur amputasi dapat terencana atau sebagai prosedur gawat darurat. Baik terencana maupun sebagai prosedur gawat darurat, tindakan amputasi tetap membutuhkan persiapan. Perlu dilakukan evaluasi dan diskusi dengan dokter bedah yang merawat Anda.

Umumnya, dokter bedah akan melakukan pemeriksaan medis serta melakukan evaluasi psikologis, untuk menilai kesiapan Anda. Anggota tubuh yang sehat juga akan dievaluasi, sebab nantinya anggota tubuh tersebut akan bekerja lebih keras setelah bagian lain diamputasi. Untuk membantu kesiapan pasien, dokter juga biasanya menjadwalkan sesi fisioterapi serta rehabilitasi. Tujuannya, agar pasien dapat menjalani hidup dengan lebih mudah setelah ada anggota tubuh yang diamputasi.

Prosedur amputasi

Prosedur amputasi biasanya melibatkan penggunaan obat bius atau anestesi. Baik anestesi umum di mana pasien menjadi tidak sadar, maupun anestesi epidural yang tidak mengganggu kesadaran pasien, namun bagian tubuh bawahnya tidak merasakan apa pun dalam jangka waktu tertentu.

Dalam pelaksanaan amputasi, dokter akan mengambil seluruh jaringan yang rusak dan mempertahankan sebanyak mungkin jaringan yang masih bisa diselamatkan atau masih sehat. Untuk mengetahui bagian mana yang bisa dipertahankan, pertama-tama dokter akan memeriksa denyut nadi di sekitar bagian tubuh yang akan diamputasi.

Selanjutnya, dokter juga akan membandingkan suhu bagian tubuh yang akan diamputasi dengan bagian tubuh yang dianggap sehat. Tes sensitivitas sentuhan serta kemungkinan muncul kemerahan juga dilakukan sebelum prosedur amputasi.

Ketika dokter sudah mengetahui bagian tubuh yang akan diamputasi, dokter akan mengambil bagian jaringan dan tulang yang rusak. Tulang yang dipertahankan akan dibuat lebih tumpul dan halus agar tidak melukai jaringan sekitarnya. Dokter juga akan membentuk otot-otot di daerah yang diamputasi serta menjahit kulit untuk menutupnya.

Nantinya, bagian tersebut dapat ditutup dengan prostesis atau alat buatan pengganti bagian tubuh yang diamputasi. Biasanya, dokter juga membuat drainase untuk membuang kelebihan cairan dalam jaringan.

Demi menghindari infeksi, bagian tersebut akan ditutup dengan kasa steril selama beberapa hari.

Tindakan amputasi jelas akan memengaruhi cara hidup Anda, baik di lingkungan rumah maupun pekerjaan. Maka, dukungan orang sekitar sangat dibutuhkan dalam masa adaptasi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *