Monday, 25 May 2020

Gejala dan Penyebab Gangguan Somatoform

Pernahkan Anda mendengar istilah gangguan somatoform? Orang-orang yang memiliki gangguan ini terobsesi dan meyakini adanya gejala rasa sakit pada tubuh. Namun, setelah diperiksakan ke dokter, tidak ada kelainan fisik apapun. Gangguan ini merupakan gangguan kejiwaan yang akan sering muncul ketika seseorang sedang memiliki banyak pikiran ataupun stres. Hal ini, tentunya, dapat berdampak pada stres emosional mengingat dokter dan orang-orang di sekitar penderita gangguan somatoform tidak percaya bahwa gejala yang Anda rasakan tidak nyata.

Gejala gangguan somatoform

Gejala utama dari gangguan somatoform adalah adanya kepercayaan bahwa Anda memiliki kondisi medis tertentu yang belum tentu Anda punya. Kondisi ini berkisar dari kondisi ringan hingga parah, dan umum hingga sangat spesifik. Karasteristik tambahan yang biasanya akan muncul saat orang memiliki gangguan somatoform seperti:

  • Gejala-gejala yang dirasakan tidak berhubungan sama sekali dengan kondisi medis apapun
  • Gejala-gejala yang dirasakan berhubungan dengan kondisi medis yang diketahui, namun jauh lebih parah dibandingkan dengan gejala yang seharusnya
  • Kecemasan konstan dan berlarut-larut tentang kemungkinan adanya sautu penyakit
  • Berpikir bahwa sensasi fisik normal merupakan tanda-tanda suatu penyakit
  • Cemas dengan tingkat keparahan gejala yang ringan, seperti ingus mengalir dari hidung
  • Percaya bahwa dokter belum atau tidak melakukan perawatan atau pemeriksaan yang baik
  • Percaya bahwa aktivitas fisik dapat merusak tubuh
  • Berkali-kali memeriksa tubuh untuk mencari adanya tanda-tanda penyakit

Orang-orang dengan gangguan somatoform benar-benar percaya mereka memiliki penyakit atau gangguan medis tertentu, sehingga sulit untuk membandingkan gangguan somatoform dengan kondisi medis nyata yang benar-benar membutuhkan perawatan. Namun, gangguna somatoform biasanya menyebabkan kecemasan yang berlebihan dan menganggu kehidupan dan aktivitas seseorang.

Penyebab gangguan somatoform

Peneliti belum tahu pasti penyebab sesungguhnya gangguan somatoform. Namun, ada kemungkinan gangguan ini berhubungan dengan sifat genetik (sensitivitas terhadap rasa sakit), memiliki efektivitas yang negative (sifat personalitas yang terdiri dari emosi negatif), kesulitan berhadapan dengan stres, kesadaran emosi yang terdepresi (yang membuat seseorang untuk lebih fokus terhadap gangguan fisik alih-alih emosional), dan perilaku yang dipelajari (seperti mendapatkan perhatian dari memiliki penyakit tersebut atau meningkatnya imobilitas dari perilaku akibat rasa sakit). Salah satu dari sifat-sifat tersebut, atau kombinasi beberapa di antaranya, dapat menyebabkan gangguan somatoform.

Lalu siapa saja yang kemungkinan besar akan mendapatkan gangguan kejiwaan ini? Selama bertahun-tahun, para peneliti telah mengidentifikasi kemungkinan faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk memiliki gangguan somatoform. Faktor risiko tersebut adalah memiliki depresi atau kecemasan, sedang didiagnosa atu sedang dalam masa pemulihan dari kondisi medis tertentu, memiliki risiko yag tinggi untuk mengembangkan kondisi medis yang serius akibat riwayat penyakit keluarga, dan pengalaman traumatis sebelumnya.

Memiliki gangguan somatoform dapat sangat mengganggu di kehidupan pengidapnya, ataupun orang lain yang tinggal bersama penderita. Namun, apabila penderita somatoform mendapatkan terapi yang benar, dan dalam beberapa kasus mendapatkan perawatan dan pengobatan dalam dosis yang tepat, kualitas penderita gangguan somatoform dapat meningkat. Namun, satu hal yang perlu Anda ketahui. Gejala-gejala yang dipercaya atau dirasakan oleh penderita gangguan somatoform mungkin tidak akan pernah benar-benar hilang. Namun, penderita gangguan ini dapat belajar untuk mengatur atau mengendalikan apa yang dirasakannya dengan lebih efektif sehingga tidak akan mengganggu kehidupan sosial penderita sehari-hari. Apabila Anda merasa memiliki gangguan somatoform, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan yang tepat yang dibutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *