Thursday, 13 Aug 2020

Cystitis

Cystitis atau sistitis merupakan peradangan kandung kemih dimana masalah tersebut dapat menyebabkan kandung kemih mengalami kemerahan dan bengkak. Cystitis juga merupakan jenis infeksi yang sering terjadi pada manusia, terutama pada wanita, dan dapat menyebabkan masalah yang serius di dalam tubuh.

Pada sebagian kasus, penyakit cystitis dapat sembuh dengan sendiri, namun dapat menyebabkan infeksi ginjal, dan jika kondisinya memburuk, maka perlu dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Tipe Cystitis

Cystitis juga bisa terjadi secara mendadak (cystitis akut), atau dalam jangka waktu yang panjang (cystitis pengantara). Selain itu, cystitis dibagi menjadi beberapa tipe, antara lain:

  • Cystitis bakteri

Cystitis bakteri terjadi akibat bakteri yang masuk ke dalam kandung kemih sehingga dapat menyebabkan infeksi dan peradangan pada bagian kandung kemih.

  • Cystitis radiasi

Cystitis radiasi terjadi akibat terapi radiasi yang digunakan untuk membunuh sel kanker dan mengecilkan tumor, namun dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada kandung kemih.

  • Cystitis obat

Cystitis obat adalah tipe cystitis yang dipengaruhi oleh obat dimana obat yang dikonsumsi dapat menyebabkan kandung kemih meradang. Contoh obat yang menyebabkan peradangan pada kandung kemih adalah obat kemoterapi.

  • Cystitis benda asing

Cystitis benda asing adalah tipe cystitis yang terjadi akibat penggunaan kateter. Kateter digunakan untuk membantu pengeluaran urine dari kandung kemih. Namun, hal tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri dan kerusakan pada jaringan di saluran kemih. Hal tersebut dapat membuat seseorang mengalami peradangan.

  • Cystitis kimia

Cystitis kimia adalah tipe cystitis yang disebabkan oleh penggunaan produk higienis seperti bahan kimia dari busa alat mandi. Hal tersebut dapat membuat seseorang mengalami iritasi di kandung kemihnya.

Gejala

Penyakit cystitis pada umumnya dapat menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Terdapat darah dalam air seni.
  • Merasa nyeri ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangan.
  • Perut dan punggung mengalami kram.
  • Meningkatnya frekuensi buang air kecil.
  • Buang air kecil terasa tidak tuntas.
  • Urine keruh dan mengeluarkan bau tajam.
  • Mengalami tekanan pada kandung kemih.

Jika seseorang mengalami penyakit cystitis dan sudah tersebar di ginjal, mereka akan mengalami gejala berupa demam, mual, muntah, dan sakit di bagian punggung.

Penyebab

Seseorang yang terkena cystitis pada umumnya disebabkan karena:

  • Kehamilan.
  • Penggunaan diafragma untuk kontrasepsi.
  • Penyakit diabetes.
  • Hubungan secara seksual.
  • Menyeka organ kewanitaan dari belakang ke depan setelah berkemih.
  • Memiliki kateter kemih.
  • Lemahnya sistem kekebalan tubuh.

Diagnosis

Jika Anda mengalami cystitis, Anda perlu segera periksa ke dokter. Dokter akan membantu Anda melalui diagnosis sebagai berikut:

  • Sampel urine

Sampel urine diperiksa untuk melihat darah, nanah, atau bakteri pada tubuh manusia.

  • Sistoskopi

Sistoskopi digunakan untuk melihat kondisi kandung kemih dengan teropong tipis dan untuk mengambil sampel biopsi.

  • Radiologi

Pemeriksaan radiologi dilakukan untuk mencegah masalah cystitis, masalah struktural pada tubuh, atau tumor dengan menggunakan sinar X-ray atau USG (ultrasonografi).

Cara Mengobati Cystitis

Setelah melakukan diagnosis, dokter akan mengobati penyakit yang Anda alami dengan melakukan beberapa cara sebagai berikut:

  • Banyak mengkonsumsi air putih.
  • Mengkonsumsi buah cranberry untuk mengurangi keasaman urine.
  • Kompres dengan air panas dan letakkan di antara perut dan paha.
  • Konsumsi obat parasetamol atau ibuprofen.
  • Menggunakan obat antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri di dalam tubuh.
  • Cuci dengan menggunakan air bersih dengan menggunakan sabun khusus. Lakukan secara perlahan di sekitar kelamin.
  • Jangan berhubungan seks jika Anda mengalami peradangan.

Jika Anda Masih Mengalami Cystitis

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Gejala tidak membaik dalam waktu 3 hari.
  • Mengalami gejala berat seperti demam.
  • Sedang hamil dan mengalami gejala cystitis.
  • Anak Anda memiliki gejala cystitis.
  • Sering mengalami cystitis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *