Sunday, 5 Jul 2020

Atasi Konstipasi dan Peradangan Dengan Minyak Jarak

Minyak jarak adalah minyak sayur serba guna yang telah digunakan manusia selama ribuan tahun. Minyak ini dibuat dengan cara mengambil minyak dari biji tanaman Ricinus communis. Bijinya, yang dikenal dengan nama biji jarak, mengandung enzim beracun yang disebut ricin. Akan tetapi, proses pemanasan yang dijalani oleh minyak jarak membuat enzim tersebut tidak aktif dan menyebabkan minyak jarak aman untuk digunakan.

Minyak jarak memiliki banyak kegunaan, mulai dari fungsi medis, industri, hingga farmasi. Minyak jarak juga umum digunakan sebagai bahan tambahan makanan, obat-obatan, dan produk-produk perawatan kulit, dan juga minyak pelumas industri dan komponen bahan bakar biodiesel. Pada masa Mesir kuno, minyak jarak digunakan untuk bahan bakar lampu dan sebagai obat alami untuk merawat berbagai penyakit, mulai dari iritasi mata hingga membantu menstimulasi ibu hamil saat melahirkan. Hingga saat ini, minyak jarak menjadi bahan perawatan alami yang populer dan biasa digunakan untuk merawat kondisi-kondisi kesehatan seperti konstipasi dan gangguan kulit.

Pencahar yang kuat

Salah satu manfaat minyak jarak yang paling terkenal adalah kemampuannya sebagai pencahar alami. Minyak jarak diklasifikasikan sebagai pencahar stimulant, yang berarti dapat meningkatkan pergerakan otot-otot yang mendorong kotoran melewati usus sehingga mempermudah buang air besar. Pencahar stimulant bertindak dengan cepat dan biasa digunakan untuk meredakan konstipasi sementara. Saat dikonsumsi, minyak jarak akan terpecah di usus halus, dan melepaskan asam ricinoleic yang akan diserap oleh usus dan menstimulasi efek pencahar yang kuat.

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa minyak jarak dapat meringankan gejala konstipasi. Misalnya saja, sebuah penelitian menemukan bahwa orang tua yang dengan teratur mengonsumsi minyak jarak, mereka memiliki gejala-gejala konstipasi yang berkurang, termasuk tidak lagi mengejan  saat buang air besar dan kurangnya rasa buang air besar yang tidak tuntas.

Namun perlu diingat, meskipun minyak jarak tergolong aman untuk dikonsumsi dalam dosis yang rendah, konsumsi berlebih dapat menyebabkan perut keram, mual, muntah dan diare. Dan meskipun minyak jarak digunakan untuk meredakan konstipasi sementara, penggunaan dalam jangka yang panjang tidak direkomendasikan.

Efek anti peradangan yang kuat

Selain fungsinya sebagai pencahar alami, asam ricinoleic -asam lemak utama yang ditemukan di minyak jarak- memiliki sifat anti peradangan yang kuat. Penelitian menunjukkan ketika minyak jarak diolehkan secara topikal, minyak tersebut dapat mengurangi peradangan dan meredakan sakit. Sifat anti peradangan dan kemampuan mengurangi rasa sakit membuat minyak jarak sangat bermanfaat untuk mereka yang memiliki penyakit peradangan, seperti psoriasis atau rheumatoid arthritis. Selain itu, studi pada hewan dan tabung uji juga menemukan bahwa asam ricinoleic dapat mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.

Satu studi mendemonstrasikan perawatan menggunakan gel yang mengandung asam ricinoleic menghasilkan berkurangnya rasa sakit dan peradangan ketika dioleskan ke kulit dengan sangat signifikan apabila dibandingkan dengan perawatan lain. Selain potensi minyak jarak dalam mengurangi peradangan, minyak in juga baik untuk merawat kulit iritasi dan kering pada mereka yang menderita psoriasis berkat sifat pelembapnya. Meskipun hasil penelitian tersebut sangat menjanjikan, studi pada manusia perlu dilakukan guna menentukan efek dari minyak jarak terhadap kondisi-kondisi peradangan.

Orang-orang telah menggunakan minyak jarak selama ribuan tahun sebagai perawatan alami untuk berbagai macam kondisi kesehatan. Salah satu manfaat utamanya adalah untuk meredakan konstipasi dan juga gangguan peradangan. Sebelum menggunakannya, konsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu guna mencegah timbulnya efek samping tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *