Sunday, 23 Feb 2020

7 Tips Penting untuk Ayah Selama Mendampingi Ibu Bersalin

Menghadapi proses melahirkan terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi pasangan suami istri. Tidak hanya ibu hamil saja yang merasa cemas, calon ayah pun memiliki perasaan yang sama. Bahkan rasa khawatir yang dimiliki calon ayah bisa lebih besar. Karena kehamilan istri dan lahirnya sang jabang bayi akan membawa perubahan besar dan membutuhkan penyesuaian yang besar pula. Inilah 7 tips persalinan untuk ayah agar bisa menghadapi persalinan dengan tenang!

Jangan Terburu-buru ke Rumah Sakit

Anda mungkin merasa lebih nyaman jika pasangan Anda berada di rumah sakit selama fase pertama persalinan. Namun sebenarnya rumah merupakan tempat yang jauh lebih nyaman. Istri Anda dapat makan, minum, berjalan. dan tidur dengan bebas tanpa dihubungkan ke infus ataupun monitor.

Mengetahui Kesanggupan dan Harapan Anda

Tips persalinan untuk ayah selanjutnya yaitu mengetahui kesanggupan. Anda bisa memperhatikan dan mempelajari tentang fase persalinan. Apa saja yang terjadi pada tubuh pasangan dan alasan untuk bedah caesar selama mengikuti kelas pendidikan persalinan. Mengetahui apa yang diharapkan akan membuat pengalaman persalinan tidak terlalu menakutkan.

Bersiaplah untuk Menunggu

Selama menunggu persalinan mungkin pasangan Anda akan mengalami beberapa jam kontraksi. Hal itu tergantung apakah dia mendapat epidural atau tidak. Pasangan Anda mungkin juga memerlukan bantuan untuk berjalan di lorong karena merasa lebih baik untuk terus bergerak.

Selain menyiapkan baju kasual yang nyaman, bawalah barang kesukaannya seperti novel, iPad, atau komik. Barang-barang tersebut mungkin bisa membuat pasangan Anda lebih nyaman dan tenang.

Jangan Khawatir

Tips persalinan untuk ayah yang tidak kalah penting yaitu meminimalisir rasa khawatir. Selama proses persalinan akan ada banyak aksi di ruang bersalin. Apabila ada sesuatu yang tidak Anda mengerti, jangan takut untuk bertanya kepada perawat. Anda juga tidak perlu khawatir jika diminta untuk keluar dari ruangan.

Biasanya ketika pasangan Anda mendapat epidural, Anda akan diminta untuk meninggalkannya sebentar. Hal tersebut tidak berarti ada yang salah; itu hanyalah prosedur standar yang ada di banyak rumah sakit.

Ikuti Arus

Selama mengikuti kelas pendidikan persalinan, Anda akan mendapatkan latihan pernapasan dan teknik memijat. Hal itu bisa dipraktikkan ketika pasangan hendak bersalin. Akan tetapi, beberapa wanita terkadang tidak suka disentuh saat proses bersalin. Beberapa wanita lain menghargai gosokan punggung atau pijatan.

Membantu saat Mendorong

Tips persalinan untuk ayah selanjutnya yaitu membantu pasangan mendorong selama proses persalinan. Biasanya ketika proses persalinan berlangsung, Anda berada di sisi pasangan dan dokter di sisi lainnya. Saat seperti ini Anda bisa membantu menenangkannya dengan menepuk bahu atau membenarkan posisi kakinya.

Jadilah Pendengar dan Penasehatnya

Sebelum pasangan Anda mengalami kontraksi, sebaiknya cari tahu jenis persalinan apa yang Ia sukai. Diskusikan rencana kelahiran lebih awal, cari tahu bagaimana perasaannya tentang episiotomi dan apa harapannya terhadap dokter. Mendiskusikannya lebih awal itu penting karena nyatanya persalinan dapat menyebabkan dia berubah pikiran. Sebab dokter atau perawat mungkin saja mencoba untuk memaksanya menyetujui intervensi yang tidak dia inginkan. Bagaimanapun Anda mengenalnya lebih baik daripada orang lain di ruangan bersalin. Oleh karena itu  tugas Anda adalah menanyakan hal apa yang paling membuat pasangan Anda merasa nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *